Tugas Metode Penelitian
Nama : Putri Sandewi Juliani
NIM : 1848201053
TEORI METODOLOGI PENELITIAN
A. Pengertian Metodologi Penelitian
“Metodologi penelitian” berasal dari kata “Metode” yang artinya cara yang tepat untuk melakukan sesuatu; dan “Logos” yang artinya ilmu atau pengetahuan. Jadi, metodologi artinya cara melakukan sesuatu dengan menggunakan pikiran secara saksama untuk mencapai suatu tujuan. Sedangkan “Penelitian” adalah suatu kegiatan untuk mencari, mencatat, merumuskan dan menganalisis sampai menyusun laporannya.
Lebih luas lagi dapat dikatakan bahwa metodologi penelitian adalah ilmu yang mempelajari cara-cara melakukan pengamatan dengan pemikiran yang tepat secara terpadu melalui tahapan-tahapan yang disusun secara ilmiah untuk mencari, menyusun serta menganalisis dan menyimpulkan data-data, sehingga dapat dipergunakan untuk menemukan, mengembangkan dan menguji kebenaran sesuatu pengetahuan berdasarkan bimbingan Tuhan.
B. Perkembangan Metodologi Penelitian
Ilmu pengetahuan memiliki sifat utama yaitu tersusun secara sistematik dan runtut dengan menggunakan metode ilmiah. Karenanya sementara orang menganggap perlunya memiliki sikap ilmiah untuk menyusun ilmu pengetahuan tersebut atau dengan kata lain ilmu pengetahuan memiliki tiga sifat utama tersebut, yaitu :
1) Sikap ilmiah
2) Metode ilmiah
3) Tersusun secara sistematik dan runtut Sikap ilmiah menuntun orang untuk berpikir dengan sikap tertentu.Dari sikap tersebut orang dituntun dengan cara tertentu untuk menghasilkan ilmu pengetahuan. Selanjutnya cara tertentu itu disebut metode ilmiah. Jadi dengan sikap ilmiah dan metode ilmiah diharapkan dapat disusun ilmu pengetahuan dengan sistematik dan runtut.
Periode perkembangan metodologi penelitian yang dikemukakan oleh Rummel yang dikutip oleh Prof. Sutrisno Hadi MA digolongkan sebagai berikut :
a. Periode Trial and Error Dalam periode ini diisyaratkan bahwa ilmu pengetahuan masih dalam keadaan embrional. Dalam periode ini orang menyusun ilmu pengetahuan dengan cara mencoba- coba berulang kali sampai dijumpia suatu pemecahan masalah yang diangap memuaskan.
b. Periode Authority and Tradition Pada periode ini kebenaran ilmu pengetahuan didasarkan atas pendapat para pemimpin atau penguasa waktu itu. Pendapat-pendapat itu dijadikan ajaran yang harus diikuti begitu saja oleh rakyat banyak dan mereka harus menerima bahwa ajaran tersebut benar. Di samping pendapat para penguasa atau pemimpin, tradisi dalam kehidupan manusia memang memegang peranan yang sangat penting di masa lampau dan menentang tradisi merupakan hal yang tabu. Karenanya tradisi dipercaya sebagai hal yang benar, sehingga tradisi menguasai cara berpikir dan cara kerja manusia berabad-abad lamanya. Sebagai contoh,sampai pertengahan abad 20, petani Jawa masih memegang tradsisi bahwa mereka akan segera turun ke aswaah apabila telah melihat bintang biduk (gubuk penceng) sebagai pertanda mulai turun hujan.
c. Periode Speculation and Argumentation Pada periode ini ajaran atau doktrin para pemimpin atau penguasa serta tradisi yang bercakal dalam kehidupan masyrakat mulai menggunakan dialektika untuk mengadakan diskusi dalam memecahkan masalah untuk memperoleh kebenaran. Dengan kata lain, masyarakat mulai membentuk kelompok-kelompok spekulasi untuk memperoleh kebenaran dan menggunakan argumen-argumen. Masing-masing kelompok membuat spekulasi dan argumen yang berbeda dalam memperoleh kebenran. Oleh sebab itu, pada saat ini orang terlalu mendewakan akal dan kepandaian silat lidahnya, yang kadang- kadang dibuat-buta supaya tampak masuk akal.
d. Periode Hypothesis and Experimentation Pada periode ini orang mulai mencari rangkaian tata cara untuk mnerangkan suatu kejadian. Mula-mula membuat dugaan-dugaan (hipotesis-hipotesis), kemudian mengumpulkan fakta-fakta kemudian dianalisis dan diolah, hingga akhirnya ditarik kesimpulan. Fakta-fakta tersebut diperoleh dengan eksperimen atau observasi-observasi serta dokumen-dokumen. (Narbuko, Drs. Cholid dan Drs. H. Abu Achmadi. 2012. Metodologi Penelitian. Jakarta : Bumi Aksara.)
C. Desain penelitian
Desain penelitian atau rancangan penelitian pada dasarnya adalah strategi untuk memperoleh data yang dipergunakan untuk menguji hipotesa meliputi penentuan pemilihan subjek, dari mana informais atau data kan diperoleh, teknik yang digunakan untuk mengumpulkan data, prosedur yang ditempuh untuk pengumpulan serta perlakuan yang kana diselenggarakan (khusus untuk penelitin eksperimental). Desain penelitian ditetapkan dengan mengacu pada hipotesa yang telah dibangun. Pemilihan desain yang tepat sangat diperlukan untuk menjamin pembuktian hipotesa secara tepat pula. Dalam bahasan ini, jenis-jenis rancangan penelitian dikelompokkan dengan mengacu pada Arikunto dalam bukunya “Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik”.
Pengelompokkan Desain Penelitian Berdasarkan sudut pandang untuk melakukan penelitian, jenis-jenis desain penelitian dikelompokkan sebagai berikut :
1. Menurut teknik pengambilan sampel a. Penelitian terhadap populasi b. Penelitian terhadap sampel c. Studi kasus
2. Menurut timbulnya variabel a. Penelitian non eksperimental i.Penelitian deskriptif 1. Survei 2. Studi kasus
3. Penelitian kausal komparatif a. Penelitian Retrospektif (Ex post facto) b. Penelitian Prospektif (Cohort)
4. Penelitian korelasional ii. Penelitian historis iii.Penelitian filsafat b. Penelitian eksperimental i.Penelitian pra eksperimental 1. Pasca tes satu kelompok 2. Pra tes dan pasca tes satu kelompok ii. Penelitian eksperimental semu (Quasi Experimental Study) 1. Pasca tes dengan kelompok yang tidak diacak 2. Pra tes dan pasca tes yang tidak diacak iii.Penelitian eksperimental sungguhan 1. Pasca tes dengan kelompok yang diacak 2. Pra tes dan pasca tes dengan kelompok yang diacak 3. Desain Solomon iv. Penelitian klinik (Clinical Trial) v. Riset Operasi (Operations Research) 3. Menurut model pengembangannya a. Penelitian cross sectional b. Penelitian longitudinal Seorang peneliti dapat memilih desain penelitiannya menurut pengelompokkan tersebut di atas, sehingga dapat saja suatu penelitian merupakan gabungan dari beberapa desain, seperti misalnya, desain penelitian korelasional dengan pendekatan croos sectional pada total populasi; desain penelitian deskriptif kausal komparratif dengan pendekatan prospektif dan lain sebagainya. (Sandjaja, B. dan Albertus Heriyanto. 2006.Panduan Penelitian. Jakarta : Prestasi Pustakaraya.)
D. Variabel Penelitian
Menurut Y.W Best yang disunting oleh sanpiah Faisal yang disebut variabel penelitian adalah kondisi-kondisi atau serenteristik-serenteristik yang oleh peneliti dimanipulasikan, dikontrol atau diobservasi dalam suatu penelitian. Sedang Dirjen Dikti Depdikbud menjelaskan bahwa yang dimaksud dengan variabel penelitian adalah segala sesuatu yang akan menjadi objek pengamatan penelitian. Dari kedua pengertian tersebut dapatlah dijelaskan bahwa variabel penelitian itu meliputi faktor-faktor yang berperan dalam peristiwa atau gejala yang akan diteliti. Variabel penelitian ditentukan oleh landasan teoretisnya dan kejelasannya ditegaskan oleh hipotesis penelitian. Oleh karena itu, apabila landasan teoretis suatu penelitian berbeda, akan berbed pula variabelnya. Pada dasarnya banyaknya variabelsangat tergantung oleh sederhana atau runtutnya penelitian. Semakin sederhana rancangan penelitian, maka akan semakin sederhana pula variabelnya dan sebaliknya
E. Pengumpulan Data
Metode pengumpulan data adalah cara yang digunakan oleh peneliti dalam mengumpulkan data penelitiannya. Contoh variasi metode ialah : angket, wawancara, pengamatan atau observasi, tes dan dokumentasi. Instrumen pengumpulan data ialah alat/fasilitas yang digunakan oleh penenliti dalam mengumpulkan data agar pekerjaannnya lebih mudah dan hasilnya baik, dalam arti cermat, lengkap dan sistematis sehingga lebih mudah diolah. Variasi jenis instrumen pengumpulan data adalah : angket, check-list, pedoman wawancara dan pedoman pengamatan. Pemilihan metode dan instrumen pengumpulan data sangat ditentukan oleh beberapa hal, yaitu : objek penelitian, sumber sata, waktu, dana yang tersedia, jumlah tenaga peneliti dan teknik yang akan digunakan untuk mengolah data bila data sudah terkumpul. Instrumen pengumpulan data Setelah menentukan desain penelitian, langkah selanjutnya dalam pelaksanaan penelitian adalah membuat atau menetapkan instrumen penelitian. Dalam menentukan jenis instrumen yang akan digunakan, seorang peneliti harus mempertimbangkan beberapa keadaan seperti halnya, jenis variabel yang hendak diukur, jumlah sampel penelitian, lokasi responden, ada tidaknya staf penelitiyang terlatih, dana dan waktu yang tersedia serta metode pengumpulan data yang dipilih.
G. Teknik analisis data Secara garis besar, pekerjaan analisis data meliputi 3 langkah yaitu :
1. Persiapan : mengecek nama, isian dan macam data
2. Tabulasi : memberi skor, memberi kode, mengubah jenis data, coding dalam coding form
3. Penerapan data sesuai pendekatan penelitian
a. Penelitian deskriptif : persentase dan komparasi dengan kinerja yang telah ditentukan
b. penelitian komparasi : dengan brbagai teknik korelasi sesuai dengan jenis data
c. penelitian eksperimen : diuji hasilnya dengan t-test Analisis statistik inferensial Menurut A.W Paktiknya yang dimaksud dengan statistik inferensial adalah suato proses penarikan kesimpulan terhadap karakter populasi yang didasarkan pada data yang diperoleh dari observasi suatu sampel. Melalui cara ini dapat ditafsirkan parameter suatu populasi dan dapat diuji kebenaran suatu hipotesa. Pemilihan jenis uji yang dipakai seyogyannya didasarkan pada cocok tidaknya jenis uji tadi bila dipakai untuk data yang bersangkutan. Dikenal dua jenis uji statistik yaitu uji statistik parametrik dan uji statistik nonparametrik.
Statistik parametrik adalah cara pengambilan keputusan yang didasarkan pada asumsi dan ciri-ciri populasi. Sebaliknya statistik nonparametrik adalah pengambilan keputusan statistik yang tidak didasarkan atas asumsi parameter (ciri populasi). Data yang berskala nominal dan ordinal pasti tidak cocok bila diuji dengan statistik yang tergolong statistik parametrik, karena ada persyaratan untuk dapat melakukan uji statistik parametrik walaupun diketahui bahwa uji statistik parametrik lebih berbobot dibandingkan uji statistik nonparametrik. Adapun persyaratan untuk dapat menguji dengan uji statistik parametrik adalah :
1. Jumlah sampel cukup besar untuk dapat diproses
2. Sampel diambil secara acak
3. Sampel tersebut berdistribusi normal
4. Bila ingin melakukan uji beda, kedua sampel harus memiliki varian yang sama
5. Data yang ada berskala interval atau rasio di samping menurut jenis datanya, pemilihan jenis uji yang dipakai juga harus disesuaikan dengan maksud melakukan uji.
Misalnya, untuk menguji perbedaan satu sampel dengan sampel yang lain harus digunakan uji beda dan bukan uji korelasi. Untuk melakukan uji beda untuk dua sampel yang berpasangan tentu saja berbeda dengan uji untuk dua sampel yang bebas (independent), untuk menguji sampel dengan variasi tunggal (univariat) jelas berbeda dengan sampel dengan banyak variabel (multivariat). Pada dasarnya ada dua cara untuk menginterpretasikan hasil uji statistik, yaitu:
1. Membandingkan nilai statistik hitung (nilai berdasarkan hasil perhitungan) dengan statistik tabel (nilai pada tabel yang dapat ditemukan pada buku-buku statistik). a. Jika nilai statistik hitung lebih besar daripadada nilai statistik oada tabel, maka H0 ditolak atau dikatakan hasil ujinya bermakna b. Jika nilai statistik hitung lebih kecil daripada statistik tabel, maka H0 diterima atau dikatakan hasil ujinya tidak bermakna
2. Membandingkan nilai probabilitas (p) dengan taraf nyata (α) a. Jika nilai p lebih kecil daripada α, maka H0 ditolak atau hasil ujinya bermakna b. Jika nilai p lebih besar atau sama dengan α, maka H0 diterima atau hasil ujinya tidak bermakna. Uji statistik nonparametrik Uji ini biasanya digunakan untuk uji pada sampel yang kecil, berskala nominal atau ordinal. Namun dalam kedaan tertentu dapat juga untuk skala interval dan rasio, bilamana sampel yang berskala tersebut tidak mungkin diuji secara parametrik. Dikenal banyak uji jenis ini, baik untuk sampel tungga, sampel ganda maupun sampel yang berpasangan. Uj\\ Uji statistik parametrik Syarat untuk melakukan uji parametrik telah dibicarakan di atas. Skala interval dan rasio saja tidak cukup, jumlah sampel dan distribusi normal juga merupakan syarat mutlak. Kalau syarat tersebut tidak terpenuhi, maka dapat digunakan uji nonparamterik yang memungkinkan. Pada uji paramterik terdapat uji yang dinamakan analasis varians dan analisis kovarians. Analisis varians digunakan untuk menguji perbedaan dua kelompok atau lebih yang berskala interval atau rasio dengan menggunakan nilai-nilai variasi masing-masing kelompok pengamatan. Analisis ini merupakan dasar bagi analisis regresi dan analisis kovarians. Analisis kovarians merupakan suatu bentuk uji perbedaan multivariat yang merupakan perpaduan antara analisisi varians dan analisis regresi. Analisis ini banyak digunakan dalam penelitian eksperimental. Analisis data Alat yang digunakan dalam analisis data disesuaikan dengan tujuan penelitian. Dalam penelitian kuantitatif memakai metode kuantitatif atau biasa disebut metode statistik. Banyak sekali metode statistik yang dapat dipakai dalam analisis data suatu penelitian, seperti : - Analisis korelasi Yaitu suatu teknik untuk menentukan sampel sejauh mana terdapat hubungan antara dua variabel - Analisis korelasi berganda Yaitu suatu teknik untuk menentukan hubungan antara lebih dari dua variabel - Analisis korelasi persial Yaitu teknik untuk menentukan mana di antara berbagai variabel independen yang mempunyai pengaruh terbesar terhadap variabel dependen, dengan catatan apabila diketahui memang ada hubungan antara variabel-variabel tersebut.
Sumber :
Narbuko, Cholid dan Abu Achmadi. 2012. Metodologi Penelitian. Jakarta : Bumi Aksara Sukandarrumidi,2006. Metodologi Penelitian petunjuk Praktis untuk Peneliti Pemula.
Yogyakarta : Gadjah Mada University Press
Sandjaja, B. dan Albertus Heriyanto. 2011. Panduan Penelitian. Jakarta: Prestasi Pustakaraya
Hadjar, Ibnu.1999. Dasar-dasar Metodologi Penelitian Kuantitatif dalam Pendidikan. Jakarta : RajaGrafindo Persada.
Arikunto, Suharasimi.2010. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik . Jakarta : Rineka Cipta Anonim. 2010. Panduan Tugas Akhir, Yogyakarta: FBS UNY.
Komentar
Posting Komentar